Mega Aulia

simpulan seorang non-programmer yang mencoba ssg

Hari ini, coba ulang: mengikuti tutorial dari youtube dan menginstal satu langkah per satu langkah. Ujungnya stuck di langkah yang sama. Belum mulai push ke github lhooo itu. Udah pengen jumpalitan aja. 🤣

belum ketemu ini kenapa gak install-install. karena nggak ada base knowledge-nya, jadi cuma melototin folder-folder yang udah kereplace aja sambil pengen mewek. ya Allah kenapa saya nggak ngerti ini kenapa.

Lalu jadi mikir, kalo ada apa-apa sama situs ini, saya belum tentu juga bisa menyelamatkannya. Upaya yang dilakukan kayaknya terlalu susah payah untuk ngejar sebuah ke-gratis-an menampilkan teks dan halaman-halaman sederhana di internet.

ssg dari seorang non-tech yang melek tech

Sebagai lulusan IPS, saya cukup merasa diri ini tech-savvy. Tapi sepertinya memang kemudahan ini diciptakan bukan untuk saya. Pada dasarnya, SSG ini memang mudah untuk developer. Dari segi seorang awam, "mudah" adalah WYSIWYG. Kemudahan yang dikejar berbeda.

Kalau awam mencari kemudahan dalam mengakses dan melihat apa yang akan dipublish, developer mencari kemudahan dari fungsi dan aksesbilitas. Tiap hari mereka "mempermudah" kerjaan orang awam dengan membereskan hal-hal yang sulit; jadi wajar dong kalau buat diri sendiri mau yang simpel-simpel aja, toh tau dasarnya.

Semacam adobe dan canva: Bagi saya yang mendesain setiap hari, adobe products jauh lebih mudah karena saya bisa mengkustomisasi apa pun sesuai keinginan. Apa yang saya mau bisa dicapai lebih cepat, karena saya sudah tahu bahan dasarnya.

Ketika disodori canva, saya malah bingung karena mau ubah apa-apa ribet. Untuk mencapai kualitas kerja yang sama seperti saya di adobe products, saya harus menyiapkan bahan-bahan lebih banyak agar bisa canva-ready. iya ini curhat kerjaan.

mungkin, saya sudahi sampai di sini dulu

Apakah percobaan ini bikin saya rugi?

Sebenernya enggak. Cuma bikin kesel aja karena ((dulu)) saya belajar html css juga dari scratch dan bisa sendiri (walaupun scattered). My perfectionism and always-success-mindset rasanya terluka.

Padahal kalo dipikir ya wajar-wajar aja karena saya bukan programmer, bukan lulusan ipa, kepala juga tidak terbiasa berpikir secara teknikal. Nggak ada yang saya buang, selain waktu. (pun cuma 1 jam-an sehari.)

Berkenaan dengan service yang akan saya gunakan, saya juga sudah memikirkannya di sini. No more google sites? I don't know. Saat ini google sites saya masih berjalan sebagaimana mestinya. At least, mungkin sampai saya menemukan cara mudah menampilkan konten website saya dengan nyaman di bearblog ini.

Yup! Dari pertimbangan tentang beberapa platform, saya memutuskan, bearblog adalah big contender--yang terbaik yang bisa saya temukan, memadukan kesederhanaan dengan tampilan yang nggak terlalu barebones. (plus semangat indie, tapi itu mah bonus. saya masih pake google dan apple products.)

bearblog adalah akses terdekat dan terbaik untuk simple, no-hassle blogging

sebuah text box yang memberikan saya tempat untuk mengungkapkan apa pun di internet. might try the premium one so i can use my own custom domain. ini berarti saya juga bakal nyobain migrasikan halaman-halaman dari website (yang kayaknya sih gak begitu banyak) ke bearblog ini.

Karena sederhana, bearblog nggak bisa bikin page di dalam page. tapi karena ini personal site... well, siapa peduli juga dengan kerapian susunan konten! saya aja nggak peduli-peduli amat. biarlah gentlesunday yang memegang tugas itu.


Reply via email

#bearblog #blogging #github #hugo #learning