Mega Aulia

tipikal blogger

Ada hal menarik yang aku temukan setelah mencoba mencari "teman" di blogosphere. Aku coba cari-cari teman karena seperti yang aku bilang di postingan sebelumnya, blogging sekarang sudah susah cari teman. aku agak sulit mencari teman, pada dasarnya karena:

  1. tipe blognya nggak sesuai dengan apa yang suka aku baca. kalau aku suka tulisan dan tipe blognya, pasti aku baca. kalau aku nggak baca, jadinya ya susah juga untuk jadi teman. mengapa aku terlalu pemilih. hiks. afterall, blog adalah tentang tulisan, dan yang menentukan cinta ya tulisan juga.

  2. blog yang aktif biasanya yang tujuannya untuk job. ini artinya kontennya seringkali nggak satu niche. mungkin karena tipe job yang beredar di indo juga masih belum terkurasi, ya. aku nggak suka blog yang terlalu banyak artikel placement, tulisan ala ngiklan yang malah jadi nggak kelihatan vibe personalnya.

tentu saja, bukan berarti blog yang kayak gitu tuh jelek. pun namanya juga menjadikan blog sebagai mata pencaharian sudah pasti ada aturan main yang menentukan arah tulisan itu dibuat. ya simply bukan selera aku aja. kalau masih ada tulisan personal yang sesuai selera, aku masih tetap baca.

but at least, itu masih soal tulisan. masih soal menulis, dan aku tahu itu tulisan sendiri. meskipun karakter/persona si bloger sedikit "ngeblur" karena faktor artikel placement/pesanan yang terlalu berbau komersil, tetaplah terasa itu tulisan sendiri.

  1. ini yang paling nggak masuk selera saya: blogger kategori ketiga yang benar-benar memang tujuannya nyari duit, tapi nggak suka nulis. blog dianggap sebagai "gadget" yang bisa di-tweak, dimodifikasi seperti kendaraan. perspektif blogger kategori ini beda banget dengan yang dasarnya memang menulis.

tulisan ini juga ditulis karena aku nyari-nyari komunitas blogger di facebook, dan menemukan satu grup yang sepertinya aktif dan anggotanya banyak. saat dibuka, ternyata isinya ya blogger adsense yang jual-beli situs.

bloger adsense

mereka menggunakan istilah yang sama sekali nggak aku mengerti. agak mirip kode kalo mau jual kendaraan atau jual gadget. makin aku scroll ke bawah, aku makin bingung, mananya ya yang bisa dibilang "blogger"? mungkin lebih cocok ahli modif adsense aja. atau ternak blog. atau entahlah.

ada yang jual satu situs dengan klaim pengunjung banyak, menghasilkan uang otomatis, karena usernya sudah ada. aku nggak post screenshotnya karena akan ketahuan banget domainnya. yang jelas itu situs yang bersikap seakan-akan itu adalah marketplace, namun gunanya untuk memasang iklan.

now, here's the thing. kalau memang itu dasar websitenya, ya nggak masalah. tapi dari basis situsnya, tujuan situsnya dibuat, sama sekali nggak jelas. nggak ada kejelasan apakah situs ini akan berkembang? apakah iklan yang dibuat akan diberikan tambahan fitur? nggak ada.

itu hanyalah situs biasa yang menggunakan cms blogger, iklan yang sepertinya ngasal, bahkan user yang digadang-gadang "banyak" pun nampak seperti user ternakan. khas blogger yang cuma kejar trafik nyasar keyword atau metode-metode teknikal lainnya, tapi tanpa konteks dan minim esensi.

i wonder apakah grup itu masih layak disebut grup blogger. karena ya isinya gitu semua. kalau dulu pas belajar seo tuh inget yang gitu dibilangnya seo black hat. optimasi yang menggunakan cara-cara tidak etis.

karena pada awal dan akhirnya, blogger bagi saya adalah penulis. blog = weblog = mengisi log dengan tulisan. mungkin buat orang lain, arti aktivitas blogging itu berbeda, ya...

well, sekian tulisan pengalaman mencari teman blogger ini. simpulannya? i will keep writing for my own personal satisfaction. kalau memang ketemu teman-teman sehati-nya lama, ya nggak papalah. yang penting memang sesuai seperti yang aku suka dan nggak berhenti mencari. although, menulis ada di peringkat pertama.

#blogging #learning #thoughts